Close

Selayang Pandang

Pokja Wartawan Belitung: Dari Keprihatinan Menuju Kebersamaan

Our History

Kelompok Kerja Wartawan Belitung (Pokja Wartawan Belitung) resmi berdiri pada tahun 2002. Keberadaannya lahir dari keprihatinan sejumlah wartawan yang bertugas di Belitung saat itu karena tidak adanya wadah bagi para jurnalis untuk berkumpul dan berkoordinasi.

Sebelumnya, para wartawan di Belitung memiliki tempat berkumpul di Balai Wartawan PWI Belitung yang berdiri sejak tahun 1985. Namun, pada tahun 1995, balai tersebut tak dapat lagi digunakan akibat persoalan kepemilikan lahan. Sejak saat itu, para wartawan di Belitung kehilangan tempat untuk bersilaturahmi dan berdiskusi.

Dalam situasi tersebut, sembilan wartawan generasi pertama anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang bertugas di wilayah Belitung merasa perlu mencari solusi. Mereka adalah Ahmad Baizuri, Muhammad Hasan, Ansori, Astaman, Sulaiman Mendim, Zulkifli, Asnawi Aziz, Haris Fadila, dan Aminudin. Seiring waktu, muncul generasi kedua wartawan, seperti Sumarno, Bismi, Yek, Andama, Syaifudin, Yustami, Wahidjon, Bob Welly, dan Edy Amrin. Jumlah wartawan yang semakin bertambah semakin menguatkan kebutuhan akan tempat yang dapat menjadi wadah kebersamaan mereka.

Melihat kondisi ini, tiga wartawan senior—Bismi, Sumarno, dan Sulaiman Mendim—mengambil inisiatif untuk menghadap Bupati Belitung saat itu, Ishak Zainudin. Mereka menyampaikan gagasan untuk membentuk organisasi resmi bagi wartawan di Belitung, yang kemudian dikenal sebagai Pokja Wartawan Belitung.

Bupati Ishak Zainudin merespons positif usulan tersebut dan langsung menginstruksikan Kabag Humas Pemkab Belitung, Thamrin Semaun, untuk memfasilitasi pembentukan organisasi wartawan tersebut. Langkah awal yang dilakukan adalah menyusun kepengurusan Pokja Wartawan Belitung serta merencanakan pembangunan sekretariat sebagai pusat aktivitas para wartawan.

Pokja Wartawan Belitung didirikan bukan hanya sebagai wadah silaturahmi antarwartawan, tetapi juga memiliki misi lebih besar. Di era reformasi yang mendorong kebebasan pers dan semakin banyaknya wartawan yang bertugas di Belitung, kehadiran Pokja Wartawan Belitung menjadi penting dalam menjaga profesionalisme jurnalistik.

Selain itu, Pokja Wartawan Belitung memiliki tujuan untuk membantu pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan serta mempromosikan potensi Belitung ke dunia luar. Wartawan di bawah naungan Pokja ini berperan dalam menyebarluaskan informasi mengenai kemajuan daerah, potensi wisata, serta isu-isu penting yang berkembang di masyarakat.

Seiring perjalanan waktu, Pokja Wartawan Belitung terus berkembang sebagai organisasi yang menaungi jurnalis dari berbagai media di wilayah Belitung. Keberadaannya tidak hanya mempererat solidaritas di antara wartawan, tetapi juga turut berkontribusi dalam membangun ekosistem pers yang sehat dan profesional di daerah ini.

Dengan sejarah yang kuat dan semangat kebersamaan yang terus terjaga, Pokja Wartawan Belitung tetap menjadi garda terdepan dalam dunia jurnalistik lokal, menghadirkan berita yang akurat, informatif, dan bermanfaat bagi masyarakat. (Piping)

scroll to top